Metode Pengukuran Longsor di Kalikuning

Fandi:

hoi mas, ternyata kamu hebat bgt y..banyak ilmunya neh di blog mu…hehehe..
ada beberapa pertanyaan yang mau tak tanyakan,
1. minta saran tentang metode apa yang tepat untuk penelitian tentang kaitanya erosi terhadap potensi tambang pasir di kali kuning?jadi, ngukur potensi jmlah pasir yg bisa dimanfaatkan dari hasil longsornya gmana??
2. critain tentang kondisi geologi kali kuning yang ada di lereng merapi tempatku.

makasih ya..kapan-kapan aku sharing lagi ma kamu
thx..SALUT ma Kamu…he

Alva:

He5x Ga juga..dalam ilmu bumi itu yg terpenting adalah banyak belajar dari pengalaman..

Longsoran pasir memang memiliki potensi volume pasir yang besar. Namun resiko penambangan lebih besar dibandingkan hasil yang diperoleh. Selain berbahaya bagi penambang, penambangan di daerah longsor akan memperparah tingkat longsornya dan merusak lingkungan disekitarnya dengan memperbesar zona daerah longsornya. Potensi tambang pasir di kali kuning cukup besar, namun penambangan di zona yang tidak tepat dapat membawa dampak yang cukup luas mulai dari perubahan kestabilan lereng, perubahan akuifer, perubahan kualitas air tanah, perubahan volume air tanah, dan lain sebagainya. Penambangan pasir dapat dilakukan di zona break of slope pada bentuklahan dataran fluvio-vulkanik. Dengan kondisi lereng yg stabil dan sudut lereng yang kecil, jumlah material terdeposisi akan lebih besar dibandingkan zona longsoran. Selain itu resiko dari kegiatan penambangan akan lebih kecil, baik bagi keselamatan kerja maupun lingkungan.

Metode pengukuran volume pasir yang longsor untuk analisis potensi dapat dilakukan dengan prinsip geometri dan trigonometri. Longsoran akan membentuk suatu bentukan setengah kerucut beralaskan lingkaran yang oval. Perhitungan panjang oval dilakukan dengan mempertimbangkan aspek sudut lereng. Dengan adanya aspek sudut lereng maka akan ada dua buah bangun kerucut dimana radius oval panjang dan pendek ditentukan dengan prinsip trigonometri. Data yang diperlukan dari lapangan adalah data ketebalan volume longsoran terhadap lereng yang diukur sepanjang lereng erosi. Konsep tersebut kamu pahami dulu Fan. Kalau amu sudah paham, pembahasan metode selanjutnya akan ku berikan. Memang agak complicated coz potensi itu berkaitan dengan geoteknika..

Mengenai geologi di Kali Kuning, Kali Kuning merupakan zona di sebelah selatan lereng Gunungapi Merapi. Formasi geologi di kali kuning terdiri dari formasi Qmi dan Qmo yang masing2 berumur Kwarter. Terdapat dua bukit yaitu turgo dan bukit Plawangan di sekitar Kali Kuning. Bukit tersebut merupakan bukit dengan formasi batuan Qmo atau formasi Gunungapi Merapi Tua yang terdiri atas batuan breksi vulkanis, tephra-lappilus, basalt dengan mineral olivine. Formasi batuan Qmi merupakan formasi batuan merapi muda yang terdiri atas leleran lava, andesit, breksi vulkanis, tephra-lappili. Menurut Bemmelen bukit turgo dan plawangan merupakan formasi kaldera dari erupsi dahysat Merapi namun Prof. Zen dari ITB membantah dengan tidak diketemukan endapan ultraasam atau gigantic rhyolitic mass deposition disekitar Merapi seperti halnya Gunungapi Krakatau, Gunungapi Dieng, Gunungapi Tambora, Gunungapi Toba, Gunungapi Galunggung, dsb..

Klo masih ada pertanyaan lain q dengan senang hati kan menjawab..thanks ud kunjungi blog q..ajak teman2 yang lain ok :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s