Hipotesis Bemmelen dan Antiklin Gendol

Rofi:

Selamat Pagi Mas, Saya ingin bertanya dan minta penjelasan singkat bagaimana hipotesis Bemmelen salah mengenai Gunung Gendol Antiklin..

Alva:

Thanks mas Rofi, atas pertanyaannya sebelum saya menjawab pertanyaan terlebih dahulu saya ceritakan tentang hipotesis Bemmelen dan fakta terkini yang ada di lapangan.

Bemmelen menyatakan bahwa Gunung Gendol di Muntilan merupakan suatu antiklin yang terbentuk akibat erupsi Gunungapin Merapi yang sangat dahsyat hingga disebut sebagai erupsi paroxysmal Merapi. Selama ini ilmuwan meyakini bahwa erupsi tersebut benar adanya namun saat ini, berdasarkan beragam penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan ternyata bukti telah terjadinya erupsi dahsyat gunungapi Merapi tidak ditemukan. Prof. Zen dalam tulisannya Merapi Dischtung und Wahreit (2006) menyatakan bahwa bukti erupsi dahsyat berupa sebaran material rhyloitik yang sangat luas tidak diketemukan sebagaimana halnya erupsi dahsyat Gunungapi-gunungapi di Indonesia. Dr. Sri Mulyaniningsih dalam penelitiannya tentang stratigrafi di sekitar Merapi tahun 2006 menemukan fakta bahwa dari serangkain endapan vulkanoklastika Merapi, tidak ditemukan adanya sejumlah massa endapan besar yang memiliki umur yang sama atau hampir sama dari pengujian Radiocarbon Dating, yang berarti tidak pernah terjadi erupsi yang besar pada Gunungapi Merapi.

Pengukuran strike yang saya lakukan pada Gunung Gendol juga ternyata memberikan fakta baru bahwa arah strike tegak lurus Gunungapi Merapi, bukan berkelurusan dengan Gunungapi Merapi. Seharusnya jika erupsi dahsyat merapi membentuk antiklin Gendol maka strike dari fasies breksi di Gendol lurus dengan arah lereng yang longsor. Studi tentang husdrogeology yang saat ini sedang saya lakukan memberikan suatu hasil bahwa terdapat anomali kondisi hidrogeologi di Antiklin Gunungsari yang memberikan saya suatu pandangan menarik bahwa baserock di Gunungsari merupakan base rock yang spesifik.

Hipotesis Bemmelen menggunakan hipotesis tentang danau teratai Borobudur oleh arsitek Belanda Nieuwenkamp yang menyatakan bahwa pada waktu lampau Borobudur merupakan suatu candi diatas danau yang kemudian tertimbun oleh material vulkanis. Bemmelen mengkaitkan bahwa erupsi yang besar telah menimbun danau di Borobudur. Bemmelen juga mengkaitkan dengan sejarah untuk memperkuat hipotesisnya bahwa kepindahan Masyarakat Mataram Hindu ke Jawa Timur disebabkan oleh erupsi dahsyat dari Merapi, namun pada kenyataannya Prasasti-Prasasti yang ada menyatakan bahwa kepindahan masyarakat mataram hindu ke Jawa Timur akibat serangan Raja Wura-Wari dari Sriwijaya.

Sekian saja jawaban dari saya semoga anda puas, jika ada pertanyaan lebih lanjut tetap dalam diskusi yang menarik ini..

Salam hangat,

Alva Kurniawan

:)

Rofi:

Bagiamana dengan kajian struktur geologi di Menoreh dimana slopenya mendorong material di gendol terangkat??

Juga mohon penjelasan tentang longsornya material merapi dan bentuk merapi sekarang yang merupakan kerucut muda yang tumbuh pada kaldera tua merapi…

:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s