Istilah-Istilah Geologi

Sanijo:

Salam kenal mas..saya mau minta tolong dijelaskan tentang istilah Lava Pahoehoe, Geotektonik, dan Graywacke..terima kasih banyak..

Alva:

Salam kenal Sanijo,

Berdasarkan sumber-sumber yang pernah gue baca,

Lava Pahohoe merupakan lava yang cair, sangat kental, dan mengalir lambat, memiliki bentuk yang membulat. Lava Pahohoe mengalir dari rekahan-rakahan di pulau-pulau vulkanis di Hawaii. Lava Pahohoe merupakan lava yang bersifat ultrabasa dimana saat membeku mebentuk batuan basalt berstruktur laminar di darat atau pillow saat mengalami kontak dengan air. Di Hawaii lava yang mengalir disebut dengan Aa dan Pahohoe. Lava Aa memiliki sifat yang berbeda dengan Lava dengan Lava Pahohoe. Secara fisika Lava Pahohoe memiliki suhu 1100-1200 derajat Celsius sedangkan Lava Aa bersuhu 1000-1100. Viskositas atau kekentalan lava Aa lebih kecil dibandingkan Pahohoe. Kecepatan aliran atau velositas Lava Aa lebih besar dibandingkan Pahohoe. Lava Pahohoe dapat berubah menjadi Lava Aa saat suhunya berkurang atau bergerak pada lereng yang curam.

Geotektonik merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perubahan kerak bumi, fenomena-fenomena seismik (getaran) yang terjadi di permukaan bumi, serta pergerakan lempeng tektonik. Lingkup studi geotektonik meliputi studi tentang perubahan-perubahan yang terjadi di kerak bumi, pengukuran dan analisis tektonika lempeng, serta studi bencana yang dapat ditimbulkan oleh gerakan lempeng yaitu gelombang seismik dan vulkanisme.

Graywacke merupakan jenis batupasir atau sandstone yang keras, berwarna gelap, memiliki butir bersudut atau anguler yang tersusun dari kuarsa dan feldspar, fragmen berupa sekelompok batuan yang tersusun kompak, dan matriks berupa lempung berbutir halus. Graywacke merupakan batuan sedimen yang umumnya berada pada lapisan berumur paleozoic. Graywacke terbentuk akibat sedimentasi oleh arus yang sangat kencang sehingga material pasir dan lempungan terendapakan bersama-sama. Greywacke umumnya terdapat di bawah laut (landas kontinen), pada lembah dengan alur-alur sungai yang curam, serta bagian laut dalam yang terangkat ke permukaan.

Itu sekedar penjelasan dari gue semoga bermanfaat untuk lo..

Thanks bro ud visit blog gue..

:)

Sanijo:

Wah trim’s and matur nuwun atas kiriman jawabannya ke e-mail saya. Eh mas Alvathe saya mau nanya lagi nih :
1. Saya pernah baca dlm buku Geologi Struktur, Disitu disebutkan adanya batuan boudin, tapi tdk ada penjelasannya. Apa sih boudine itu ? Apabedanya dng boudinage ?
2. Apakah yg dimaksud dng arus turbid dan batuan turbiditite?
Sekian dan terima kasih atas batuannya

Alva:

Assalamu’alaikum kawan..

Boudinage adalah istilah yang diturunkan dari istilah masakan prancis Boudin yang berarti sosis. Pada mulanya istilah Boudinage digunakan dalam geologi untuk menyebutkan struktur kaku dan teratur yang mengalami peregangan dan penggembungan diantara lapisan yang tidak mengalami peregangan dan penggembungan. Struktur yang mengalami peregangan dan penggembungan kemudian pecah membentuk bentukkan seperti sosis Saat ini struktur yang mengalami peregangan dan penggembungan tersebut diistilahkan sebagai boudin atau mullion sedangkan proses pembentukan boudin disebut boudinage.

Arus turbid merupakan istilah yang digunakan dalam oseanografi yang berarti arus yang keruh. Arus turbid mengalir ke dalam palung laut dengan membawa sedimen dari landas benua yang kemudian akan membatu membentuk formasi geologi yang disebut turbidite. Batuan turbidite sendiri merupakan batuan yang berada pada laut dalam dimana keberadaan batuan turbidite pada suatu area dapat diasosiasikan dengan bekas laut dalam. Arus trubid disebut juga sebagai aliran padat karena gerakan yang timbul akibat longsoran material karena dalam laut hampir tidak ada arus yang menggerakan sedimen. Batuan turbidite memiliki ciri yang spesifik yaitu memiliki sortasi yang diawali dengan butir-butir besar konglomerat dan diakhiri dengan butiran halus lempung. Batuan turbidite memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena terkadang mengandung endapan emas misalnya di Bendigo dan Balarat Victoria, Australia.

Alva Kurniawan

Sanijo:

Mas Alva Thea, saya masih penasaran dan belum paham mengenai arti :Cekungan Muka Busur (Fore Arc Basin), cekungan belakang busur (back arc basin), dan rumpang palung busur (arc trench gap). Maka saya memohon agar mas Alvathea berkenan menjelaskannya untuk saya. Matur nuwun sadherenge lan sasampune.
Saking kula
Sanijo

Alva:

Assalamu’alaikum Mas Sanijo,

Forearc Basin merupakan cekungan di dasar laut yang berada pada zona subduksi lempeng tektonis dan berasosiasi dengan busur vulkanis. Forearc basin tertutup oleh sedimen dari pulau disekitarnya atau sedimen dari benua. Sedimen tersebut akan bercampur dengan fragmen-fragmen dari kerak samudra dimana jika terlipat ke atas permukaan laut akan membentuk Ophiolite. Ophiolite merupakan formasi geologi di kerak benua yang terdiri atas material-material kerak samudra akibat proses obduksi. Salah satu contoh forearc basin adalah Central Valley di California yang berumur Creta-Paleogene.

Backarc Basin merupakan cekungan di dasar laut yang berada pada zona konvergensi lempeng tektonis dan berasosiasi dengan pulau-pulau vulkanis. Backarc basin umumnya panjang dan sempit dan berada pada Samudra Pasifik. Barckarck basin memiliki fromasi geologi berupa batuan basalt dengan mineral amphibol dan mika.

Arctrench Gap merupakan jarak antara zona subduksi dengan busur vulkanis pada benua atau pulau kontinental disekitarnya. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa arctrench gap adalah jarak antara Gunungapi yang aktif di suatu pulau kontinental atau benua dengan zona subduksi di laut misalnya jarak Arctrench Gap Merapi dengan Zona Subdaksi Samudra Hindia kurang lebih 200 km.

Thanks atas pertanyaannya,

Alva Kurniawan

Sanijo:

Mas Alva, saya mau tanya lagi nih. 1. Apa sih yang dimaksud dengan quadrangle (lembar peta) itu ? Dan bagaimana cara membacanya ? 2. Dalam geohidrologi saya sering menemukan istilah “catchment area”, zone of aeration, dan watershed, mohon dijelaskan. Matur Nuwun atas bantuannya.

Alva:

Ok Mas Sanijo,

1.Awalnya istilah quadrangle digunakan di USA oleh USGS. Quadrangle itu adalah pembagian kawasan provinsi geologi menjadi empat lembar pemetaan (quad). Luas cakupan quadrangle adalah 7.5 menit x 7.5 menit atau 49-70 mil persegi. Peta geologi adalah peta tematik dasar atau peta turunan dasar yang sering digunakan untuk proyek dan perencanaan karena itu penyusunan peta geologi menggunakan sistem koordinat dan perhitungan kelengkungan bumi (geoid) yang cermat. Sistem koordinat dan pengkuran tersebut menggunakan standar USGS dimana sebagian besar peta geologi Indonesia adalah hasil kerjasama antara Indonesia dengan USGS sehingga dipakai sistem Quadrangle USGS. Pada tiap peta geologi terdapat penomoran peta yang dimaksudkan untuk memudahkan penyimpanan peta, pencarian peta, pencarian posisi peta terhadap keseluruhan wilayah Indonesia, serta pembagian wilayah pemetaan. Pada sistem pemetaan setiap perbesaran skala akan membagi area yang dipetakan kedalam empat bagian yang lebih detail. Misal pada peta geologi lembar yogyakarta skala 1 : 100000 dengan nomor lembar 1408-2 jika dibuat peta skala 1:50000 dari peta tersebut maka peta tersebut akan dibagi menjadi empat bagian dengan nomor peta 1408-21, 1408-22, 1408-23, dan 1408-24.

2. Catchment area adalah area dimana air hujan bisa jatuh dan meresap kedalam tanah. Catchment area biasanya merupakan area-area pegunungan atau zona-zona dengan elevasi yang tinggi misalnya adalah lereng gunungapi bagian bawah.

3. Zone of Aeration adalah zone pada pori-pori tanah (lengas tanah) dimana sirkulasi udara dapat berlangsung dengan bebas. Zone of aeration biasanya berada pada kedalaman 1 hingga 90 cm dari permukaan tanah.

4. Watershed atau sering disebut drainage basin adalah daerah aliran sungai (DAS) yang didefinisikan sebagai sekumpulan percabangan sungai yang mengalir menuju ke suatu saluran tunggal misalnya sungai opak, sungai oyo, sungai, gajah wong, dan sungai code akan mengalir menuju satu saluran tunggal yaitu sungai Opak, area disekitar sungai-sungai tersebut disebut sebagai DAS.

Ilmu bumi itu sangat menarik karena itu kita harus semangat dalam mempelajarinya..Succsess!!!!

Alva Kurniawan

Gerda:

Mas Alva,
Bisa berikan penjelasan maksud istilah Benchmarking dalam Geologi atau tahap eksplorasi di pertambangan?

Alva:

Dear Gerda,

Benchmarking di dunia Geologi erat kaitannya dengan Tachometry atau ilmu ukur tanah. Benchmarking adalah penentuan titik ikat elevasi dari titik-titik survey geologi. Benchmarking dilakukan untuk survey geologi skala sangat besar, misal pemetaan geologi tambang.

Pada masa lampau Benchmarking dilakukan dengan menggunakan titik triangulasi terdekat dengan pengukuran menggunakan theodolit untuk penentuan posisi dan elevasi titik terhadap titik ikat. Pengukuran dengan menggunakan altimeter juga dapat dilakukan dengan ketelitian tinggi untuk elevasi namun titik 0 dari alitmeter harus terlebih dahulu diatur dan posisi dari titik survey tidak dapat ditentukan dengan altimeter.

Saat ini Benchmarking dapat dilakukan secara cepat dan ketelitian tinggi dengan menggunakan GPS Geodetic, GPS Differensial, Theodolit-Total Station Series. Prinsip pengukuran dilakukan dengan laser telemetry dan EMR Transmission Surface Modeling.

Pada bidang eksplorasi geologi Benchmarking merupakan penentuan posisi dan elevasi dari exploration well (downhole). Terkadang istilah benchmarking juga digunakan untuk kalibrasi pengujian metode statistika yang tepat dalam Stratigraphic Modeling, Resistivity Modeling, dan Computer Hardware Calibration untuk perhitungan dan analisis data Log (Dalam bidang Petrofisika-Tambang).

Pada bidang eksplotasi-tambang benchmarking merupakan penentuan posisi dan elevasi dari sumur-sumur eksploitasi (openhole).

Thanks sudah berkunjung…main ke situs ini lagi klo ada pertanyaan lain atau ingin berbagi informasi..;p

Isti:

Selamat Pagi, Mas Alva. Membaca jawaban/tanggapan Anda terhadap pertanyaan Sdr.Sanijo saya merasa mendapat input pengetahuan kebumian segar yang selama ini sulit saya dapatkan Uraian anda atas pertanyaan Pak Sanijo tersebut bagus, berbobot dan gamblang (mudah diterima). Saya merasa sebagai seorang yang telah lama berkecimpung dlm dunia kependidikan ternyata kalah jauh dan kalah canggih dng pengetahuan anak-anak muda-muda seperti Anda.Oleh sebab itu, sudilah kiranya Mas Alva bersedia memberikan penjelasan atas pertanyaan saya sbb:
1, Apakah yang disebut dng Siklus/Daur Geologi (geological cycle) itu ? Sementara ahli adayg mengatakan bhw siklus geologi = siklus batuan. Benarkah ?
2. Geologi Kewilayahan (regional geology) samakah dng geografi regional ?
3. Apa arti dari Geological Province (Mendala Geologi) ?
4. Apa pula yang dimaksud dng petrographic province ?
5. Groundwater Regime itu apa to ?
Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.
(Uraian/tanggapannya mohon dikirimkan ke e-mail saya.
Salam,

Isti Nrz

Alva:

Salam kenal Mbak Isti,

Ha5x..Mbak isti bisa saja, dalam hidup kita harus selalu belajar. Mbak Isti bukannya tertinggal jauh..hanya belum menemukan sumber yang tepat untuk memperoleh informasi-informasi ilmu bumi.

Baik saya akan jawab pertanyaan yang pertama:
“Perbedaan siklus geologi dan siklus batuan”

Pada dasarnya siklus geologi dan siklus batuan berbeda. Sayangnya terdapat kesalahan persepsi dimana istilah geologi diidentikkan dengan batuan. Siklus geologi merupakan siklus-siklus dari peristiwa geologis dimana siklus batuan merupakan bagian dari siklus geologi.

Siklus geologi adalah serangkaian peristiwa yang menyebabkan adanya variasi topografi di permukaan bumi dan variasi distribusi batuan baik secara vertikal (ke dalam) maupun horisontal (ke samping) akibat dari tenaga endogen. Siklus geologi dapat dipaparkan sebagai peristiwa pembentukan, pergerakan lempeng tektonis dari zona-zona pemekaran samudra (sirkum pasifik), serta penghancuran lempeng tektonis pada zona-zona penenggelaman lempeng tektonis (zona subduksi misalnya sebelah barat pantai sumatra, sebelah selatan pantai jawa, dll). Fenomena tersebut menyebabkan terjadinya pergerakan lempeng samudra yang saling menjauh namun pada akhirnya akan bertemu kembali, menjauh kembali, dan bertemu kembali (siklik). Proses geologis tersebut menyebabkan terjadinya pengangkatan dasar laut di beberapa area namun juga terjadi penenggelaman daratan di area yang lain (misalnya pesisir barat aceh terangkat lebih dari 1 m akibat gempa aceh).

Siklus batuan adalah siklus pembentukan dan perubahan dari magma menjadi batuan, suatu jenis batuan menjadi jenis batuan lainnya, serta batuan menjadi magma kembali. Siklus batuan merupakan bagian dari siklus geologi dimana akibat terjadinya proses pergesekan antara lempeng tektonis bumi, lempeng memanas dan mencair menjadi magma, magma kemudian naik keatas permukaan bumi dalam dalam wujud lava lalu membeku membentuk batuan beku. Batuan beku juga terbentuk dari proses pemekaran dasar samudra (sea floor spreading, misal di sirkum pasifik, dan selat makassar) dimana dlam kurun waktu tertentu lempeng yang terbentuk tersebut akan bergerak ke zona subdaksi dan pergerakan tersebut membentuk gunungapi-gunungapi yang menjulang dari dasar laut hingga permukaan laut. Pada suhu dan tekanan yang tinggi (misal pada zona subduksi) batuan beku dapat meleleh menjadi magma kembali. Proses pelapukan dan air hujan di permukaan bumi, memecahkan batuan-batuan beku menjadi kepingan-kepingan kecil (fragmen). Air memindahkan fragmen-fragmen batuan dan mengendapkannya menjadi batuan sedimen. Proses pengangkatan dan penenggelaman permukaan bumi akibat pergerakan lempeng juga menyebabkan terbentuknya batuan sedimen misalnya batulempung, batupasir, dan lain-lain melalui proses pelipatan (folding) dan penekanan (compression). Batuan sedimen juga dapat mengalami pelapukan dan pecah (disintegrasi) menjadi kepingan-kepingan kecil kemudian mengalami pengendapan dan membentuk batuan sedimen baru. Batuan sedimen tersebut mengalami pergerakan hingga masuk kedalam zona subduksi kemudian hancur kembali menjadi magma saat terjadinya gesekan lempeng. Pada kondisi tekanan dan suhu tertentu, sebagian atau keseluruhan mineral batuan batuan baik batuan sedimen maupun batuan beku, meleleh namun tidak secara bersama-sama menyebabkan terjadinya perubahan struktur batuan membentuk batuan metamorf. Batuan metamorf yang terlapukkan dapat membentuk batuan sedimen atau meleleh menjadi magma saat suhu dan tekanan sangat tinggi.

Jawaban pertanyaan kedua:
“Perbedaan antara geologi regional dengan geografi regional”

Perbedaan geografi regional dengan geologi regional pada dasarnya merupakan perbedaan ruang lingkup studi. Sebelum dibahas tentang perbedaannya, perlu kita pahami dulu batasan kajian dari ilmu geografi dan geologi.

Geografi merupakan ilmu yang mempelajari tentang fenomena-fenomena di permukaan bumi baik fenomena alami maupun hasil interaksi manusia dengan lingkungan dalam lingkup spasial (ruang) dan temporal (waktu). Geologi adalah ilmu yang mempelajari tentang proses-proses pembentukan batuan, pergerakan lempeng, dan tenaga endogenik yang membentuk permukaan bumi. Berdasarkan batasan-batasan tersebut maka geografi memberi batasan tentang fenomena yang terjadi di permukaan bumi sedangkan geologi memberi batasan tentang fenomena yang terjadi di dalam bumi.

Berdasarkan batasan tersebut maka geografi regional merupakan ilmu yang mempelajari tentang fenomena-fenomena di permukaan bumi baik fenomena fisik maupun hasil interaksi manusia dengan lingkungan, yang membentuk pola-pola dalam luasan area tertentu dan mempengaruhi kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Contoh lingkup kajiannya adalah : daerah perkotaan, daerah perdesaan, kawasan permukiman, zona hutan lindung, zona industri, daerah rawan bencana gunungapi, daerah rawan bencana gempa bumi, daerah rawan kekeringan, daerah rawan banjir, dan sebagainya.

Geologi regional sendiri merupakan ilmu yang mempelajari tentang distribusi sekelompok batuan (formasi) baik jenis, strukturnya (stratigrafi) maupun urutan pembentukannya (litologi) yang membentuk suatu pola dalam luasan area tertentu. Contoh lingkup kajiannya meliputi zona patahan, zona subduksi, zona lipatan, daerah Formasi Nglanggeran, daerah Formasi OAF (Old Andesite Formation/Bemmelen Formation), dan lain-lain.

Jawaban pertanyaan ketiga dan keempat:
“Apakah geologic province dan petrographic province?”

Pada dasarnya petrographic province dan geologic province merupakan istilah yang sama namun digunakan dalam lingkungan yang berbeda. Geologic province atau petrographic province adalah pembagian wilayah di muka bumi dengan kondisi struktur geologi dan jenis batuan yang relatif sama. Pembagian dapat didasarkan pada struktur, pada jenis batuan, atau pada umur batuan. Misalnya zona berbatuan andesit dan zona berbatuan basalt (pembagian berdasarkan kelas batuan), zona antiklinal dan zona sinklinal (pembagian berdasarkan struktur geologi), zona tersier dan zona kuarter (pembagian berdasarkan usia geologi). Istilah petrographic province sering digunakan dalam lingkup tambang (eksplorasi dan eskploitasi) yaitu pembagian suatu wilayah berdasarkan kesamaan potensi mineral yang ada misalnya provinsi emas, provinsi bauksit, provinsi besi, dll. Istilah geologic province lebih sering digunakan dalam lingkungan riset dan penelitian.

Jawaban pertanyaan lima:
“Apakah groundwater regime?”

Groundwater regime merupakan pengelompokan area dipermukaan bumi yang memiliki pengaruh yang relatif sama terhadap perubahan sifat fisik maupun kimia dari air tanah misalnya zona irigasi, zona non irigasi, zona sungai inflow, dan lain sebagainya.

Demikian jawaban dari saya, dan saya minta maaf klo jawabannya kurang memuaskan, Mbak isti dapat berdiskusi dengan saya atau teman2 saya di http://alvathea.wordpress.com, di blog tersebut tersedia segala informasi tentang ilmu dalam dan permukaan bumi khususnya bidang hidrogeologi.

Terima kasih atas pertanyaannya..dan sering-seringlah berkunjung tuk berdiskusi..saya tunggu di http://alvathea.wordpress.com

Alva Kurniawan

Isdwirahmarto:

Selamat siang…
Saya menemukan beberapa istilah yg belum saya mengerti. Tolong ya.. bantu saya untuk menjelaskan maksud dari istilah-istilah berikut ini.
1. Glacial Rebound

2. Glacial Striation

3. hydrothermal metamorphisme

4. hydrothermal vein

5. ophiolite suite

6. retrograde metamorphisme

7 lateral moraine

8. lava tube

9 vesicle

10. Mantle Plume

11. Apa sih yg disebut dng Flow Cleavage ?

12. Flood Basalt itu apa ?

13. Friction Breccia itu apa ?

saya betul-2 belum paham maksudnya, tapi untunglah ada kamus geologi gratisan yg diasuh Mas Alva.
E..terima kasih sebelumnya untuk penjelasanya.
Salam kenal
Isdwi R

Alva:

Terima kasih saudara Isdwirahmarto atas pertanyaannya..ya saya turt prihatin atas apa yang terjadi dengan email anda, beberapa bulan yang lalu email saya juga dibobol namun hackernya sudah saya beri pelajaran emailnya juga saya bobol (balas dendam) he5x..

1. Glacial Rebound
Glacial rebound adalah penenggelaman permukaan tanah (subsiden) akibat terbebani oleh massa es yang sangat berat. Massa es yang berat tersebut menekan permukaan tanah kebawah hingga fluida panas yang berada di mantel bumi tertekan ke segala arah. Peristiwa tersebut terjadi pada periode gletser terakhir sekitar 20.000 tahun yang lalu. Saat es mencair permukaan tanah yang tenggelam kembali bergerak keatas, karena viskositas (kekentalan) fluida panas yang sangat tinggi atau bisa dibilang sangat kental maka proses naiknya permukaan tanah yang tenggelam hingga ke posisi semula membutuhkan waktu hingga ribuan tahun. Peristiwa ini melanda Skotlandia, sebagian wilayah Kanada, sebagian wilayah Amerika Serikat, Skandinavia, dan Siberia.

2. Glacial Striation
Glacial striation adalah goresan pada batuan dasar (bedrock) akibat proses abrasi gletser. Goresan pada batuan biasanya berupa beberapa alur goresan linier yang memanjang. Abrasi gltser membawa butiran-butiran kasar dipermukaan yang memiliki cukup kekuatan untuk menggores permukaan bedrock, dan juga membawa butiran-butiran halus yang menghaluskan dasar goresan pada bedrock. Glacial Striation terjadi pada zaman es kecil. Glacial stration dapat dilihat pada National Natural Landmark, Kelleys Island, Ohio.

3. Hydrothermal Metamorphism
Hydrotermal Metamorphism merupakan hasil interaksi antara batuan dengan fluida panas yang memiliki komposisi kimia beraneka ragam. Perbedaan komposisi dari batuan dan fluida panas menyebabkan terjadinya reaksi metamorfisme dan metasomatik pada batuan. Reaksi metamorfisme merubah seluruh sifat fisik dan sifat kimia batuan, sedangkan reaksi metasomatik hanya merubah sebagian sifat fisik dan kimia batuan. Fluida yang menyebabkan terjadinya perubahan pada batuan antara lain adalah magma, arus konveksi airtanah, dan arus konveksi airlaut. Jejak metamorfisme hidrotermal biasanya digunakan untuk mencari logam-logam mulia.

4. Hydrothermal Vein
Hydrothermal vein adalah suatu massa kecil mineral dalam suatu batuan yang membentuk saluran-saluran nadi atau urat dengan bentuk khusus dan warna tertentu yang dapat dibedakan dengan mudah. Hydrothermal vein terisi oleh kristal dari satu atau lebih mineral yang berasal dari pengendapan fluida panas (airtanah atau air laut) pada proses sirkulasi hidrothermal.

5.Ophiolite Suite
Ophiolite suite merupakan sekelompok massa sedimen, batuan sedimen, serta batuan beku mafik dan ultramafik yang membentuk lapisan batuan pada samudra.

6. Retrograde Metamorphism
Retrograde metamorphism merupakan tipe metamorfisme pada batuan yang jarang terjadi karena batuan yang harus mengandung volatile agar proses metamorfisme ini dapat terjadi. Metamorfisme yang terjadi ini merupakan proses lanjutan dari Prograde Metamorphism dimana saat proses prograde metemorphism, kandungan volatile (misalnya air dan karbon) hilang. Saat terjadi penurunan suhu dan tekanan kandungan volatile kembali terdapat pada batuan menyebabkan terjadinya proses tetrograde metamorphism yang membentuk mineral batuan yang lebih stabil.

7. Lateral Moraines
Lateral Moraines adalah punggungan (ridge atau beting) paralel yang terbentuk dari endapan material runtuhan di sepanjang sisi gletser. Material runtuhan yang tidak terpisahkan terendapkan pada puncak gletser sehingga saat gletser mencair material tersebut tidak tererosi.

8. Lava Tube
Lava tube adalah saluran (conduit) lava berbentuk terowongan yang masih aktif mengalirkan lava atau sudah tidak mengalirkan lava lagi. Lava tube terbentuk dari pembekuan permukaan lava viskositas rendah membentuk lapisan permukaan yang keras namun bagian dalam tidak membeku dan mengalir sehingga membentuk suatu bentuk terowongan atau saluran.

9. Vesicle
Vesicle berkaitan erat dengan tekstur vesikular pada batuan beku. Vesicle adalah gelembung-gelembung pada batuan beku yang terisi oleh mineral sekunder misalnya zeolit, kalsedon, kwarsa, atau kalsit. Vesikle juga dapat berarti gelembung gas yang terjebak pada batuan yang membeku, sehingga terdapat lubang-lubang didalam batuan saat batuan tersebut dibelah.

10. Flow Cleavage
Flow Cleavage atau Slaty Cleavage adalah tipe belahan pada formasi batuan dimana rekristalisasi mineral diikuti oleh aliran batuan atau aliran material solid (keras).

11. Mantle Plume
Mantle plume adalah suatu bentuk tidak teratur dari batuan panas di mantel bumi berupa benjolan yang menuju ke permukaan bumi. Pada kedalaman yang mendekati permukaan bumi terjadi dekompresi yang menyebabkan batuan meleleh sehingga saat ini diasumsikan mantle plume merupakan pusat dari sumber magma pada gunungapi atau merupakan salah satu faktor dari terjadinya gerakan lempeng, flood basalt, dan kepunahan masal pada masa Cretaceous.

12. Flood Basalt
Flood basalt adalah batuan basalt yang menutup suatu area dalam lingkup yang luas akibat erupsi dahsyat suatu gunungapi membentuk plato dan rangkaian pegunungan.

13. Friction Breccia
Friction breccia adalah breksi yang terbentuk dari endapan pecahan-pecahan (fragmen-fragmen) batuan hasil proses pergeseran atau pergesekan di suatu formasi batuan atau antar formasi batuan.

Sekian jawaban dari saya dan senang bisa membantu anda, Makasih sudah visit blog saya..;)

Alva Kurniawan

Ida Nuryani:

Kepada Yth Mas Alva Kurniawan
Saya seorang guru geografi di SMP N 14 Jogja, sangat tertarik kamus online yang Mas Alva asuh. Uraiannya sangat bagus dan jernih. Karena itu uraian yg telah mas Alva berikan kpd para penanyatsb saya kumpulkan dan saya simpan dalam file saya untuk digunakan apabila sewaktu-waktu saya memerlukannya.
Mas Alva saya sangat tertarik dng pertanyaan Pak Isdwi diatas. Apabila Mas Alva tidak berkeberatan, mohon kiranya mas Alva berkenan mengirimkan jawaban atas pertanyaan Pak Isdwi tersebut ke dlm e-mail saya ini: idanuryani36@gmailcom
Ini ada sedikit tambahan mas. Dlm buku pelajaran Geografi unt SLTP dikatakan bhwa permukaan bumi ini terdiri atas perisai (shield) dan cekungan sedimenter, Apakah maksud perisai itu ?
Lalu cekungan hidrokarbon itu apakah sama dengan cekungan sedimenter ?
Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.

Salam dari
Ibu Ida Nuryani
(Guru Geografi SMP 14 Jogjakarta)

Alva:

Baik, dengan senang hati akan saya kirim ke email ibu, bukan hanya jawaban dari Pak Isdwi R namun juga jawaban dari teman-teman yang ikut forum dalam http://alvathea.wordpress.com, akses blog saya tersebut untuk berbagai informasi detail tentang ilmu bumi khususnya hidrology dan geology..

Wah senang berkenalan dengan ibu soalnya ibu saya juga seorang guru geografi..he5x..saya sendiri juga memiliki background geografer hanya saja saya memiliki keahlian di bidang pemetaan data bor, interpretasi di bidang geolistrik, dan saya bekerja di bidang eksplorasi, pertambangan, dan energi.

Baiki bu untuk pertanyaan pertama tentang bumi yang terdiri dari shield dan cekungan sedimenter, dalam buku Van Bemmelen (The Geology of Indonesia)  istilah shield dan cekungan sedimenter  ditulis dalam istilah  geanticline (shield) dan geosyncline  (cekungan sedimenter).

Perisai adalah bagian permukaan bumi yang  menonjol keatas, dan merupakan suatu antiklinal. Antiklinal adalah bukit yang terbentuk akibat proses perlipatan kulit bumi misalnya di Perbukitan Kendeng. Cekungan sedimenter merupakan cekungan yang terbentuk akibat tertekannya permukaan bumi oleh akumulasi endapan material di permukaan bumi. Cekungan sedimenter hendaknya jangan disamakan dengan cekungan hidrokarbon karena belum tentu setiap cekungan sedimenter mengandung senyawa hidrokarbon, namun pada umumnya deposit dari senyawa hidrokarbon misal batubara dan minyak bumi ada pada cekungan sedimenter karena itu terdapat istilah cekungan-cekungan minyak.

Terima kasih bu sudah mengunjungi blog saya, jangan lupa tuk kunjungi juga Hydrogeology World di alamat http://alvathea.wordpress.com..

Salam hangat,

Alva Kurniawan

Ibrahim Patta:

Mas Alva ikutan nanya dounk. Saya agak bgg dgn istilah-istilah di bawah ini, mohon pencerahannya yah :
1. Triangular facet
2. Slicken Side
3. Gawir Sesar
4. Cermin Sesar
5. Mineral Opak
6. Horse dan Graben
7. Kekar gerus
8. Gawir Sesar

Alva:

Mas Ibrahim,

Maaf Saya kemarin lagi sibuk jadi baru sekarang saya sempat menjawab pertanyaannya..

Triangular Facet
Merupakan lereng dari suatu bukit yang curam dan berbentuk segitiga, terbentuk akibat erosi pada lereng perbukitan yang terpotong oleh patahan.

Slicken Slide
Saya koreksi, istilah yang benar bukan slicken side namun slicken slide. Slicken Slide adalah lapisan tanah yang memiliki kenampakan terpetong-potong akibat aktivitas kembang-kerut tanah lempung. Slicken Slide juga digunakan untuk menyebut horison tanah yang kaya lempung yang umumnya bertipe smactite dan berjenis montmorilonite yang memiliki frekuensi kembang kerut yang tinggi. Slicken Slide dalam pedology disimbolkan dalam huruf Bss.

Gawir Sesar
Gawir sesar atau escarpment merupakan dinding terjal pada perbukitan yang terbentuk akibat patahan.

Cermin Sesar
Merupakan kenampakan-kenampakan yang terkesan halus pada suatu batuan yang terbentuk akibat gesekan dua blok batuan yang patah.

Mineral Opak
Mineral Opak atau Opaque Mineral adalah mineral yang memiliki sifat tidak tembus cahaya misalnya hematit

Horst dan Graben
Horst dan Graben adalah suatu bentuk patahan berupa suatu dataran yang dikelilingi tebing curam disisi kanan dan kirinya, dataran pada suatu bentuk patahan itu disebut graben sedangkan tebing curam disisi dataran itu disebut horst.

Kekar Gerus
Kekar gerus atau shear joint adalah retakan-retakan yang lurus dan berpasangan pada suatu batuan yang menunjukkan terjadinya pergeseran akibat proses kompresi.

28 responses to “Istilah-Istilah Geologi

  1. levi

    mas,bang atw kak alva..
    punya rumus perhitungan cadangan batubara gak?
    aku minta donk+tolong di ajarin cara nya kalo boleh…
    yg aku pernah denger cuma USGS punya,itu pun cuma denger doank liat bentuk nya pun gk pernah.
    trs data apa aja yg mesti kita siapin buat perhitungan tersebut.
    makasih sebelumnya dan harap bls ya,via email jg gk mslah deh..

  2. Alva

    Levi,

    Rumus cadangan batubara dari data seperti apa yang dimaksud, apakah dari data geolistrik atau dari data bore/log..prinsip perhitungannya mudah saja kok hanya prinsip perhitungan bangun ruang. Nanti saya kirim metode perhitungannya lewat email atau saya post saja di blog ini..

    Thanks ud visit blog saya..

  3. rahman

    a.wr.wb… mas alva yang keren… saya mau bertanya dan request juga^^… begini mas mmm… saya masih mahasiswa, dan tentunya masih banyak belajar terlebih lagi dari yang lebih senior dan kenyang ilmu seperti mas Alva..dalam lomba-lomba di olimpiade geologi dan geoscience tingkat mahasiswa tu sering diperlombakan suatu metode lapangan yang sangat basic sekali.. dan pada kenyataannya di setiap lomba geoscience ini tidak heran jka tes hasil lomba lapangan sangat tinggi nilainya.. nah salah satunya itu ada yang dikenal dengan istilah ‘measure section’ (MS) mas alva.. tentu mas alva sekali mendengar istilah ini sudah lebih tahu makna dan maksudnya… kemudian yang saya tanyakan adalah metode dan kaidah yang tepat dalam melakukan measure section bagaimana (terus terang saya masih bingung mas, yang diajarkan dibangku kuliah sama dosen dan senior banyak sekali versinya) maka dari itu saya kembali memohon pencerahan dari mas alva kalau bisa bikin post di blog mengenai salah satu aplikasi lapangan yang sangat basic ini… beribu-ribu terima kasih mas….

  4. alva

    Rahman,

    Measure section dalam bidang geoscience itu banyak artinya tergantung dari bidang keilmuannya..dalam bidang hidrologi measure section dapat berupa water conduit perimeter (keliling saluran air), dalam bidang geologi istilah tersebut dapat diartikan pada lokasi-lokasi singkapan batuan dimana pengukuran dilakukan, dalam bidang geofisika dapat diartikan lintasan dimana sounding dilakukan..dan masih banyak lagi..

    Jika anda memberikan batasan pada bidang keilmuan mana yang anda maksud maka saya akan berikan definisi yang lebih spesifik lagi..

    Thanks..^_^

  5. Mikeharvey

    Hello, from Toronto, Canada

    Just a quick hello from as I’m new to the board. I’ve seen some interesting posts so far.

    To be honest I’m new to forums and computers in general :)

    Mike

  6. rahman

    :) thank you very much for the respond to my comment mas Alva…., measure section yg dipakai dalam keilmuan geologi mas (yang singkapan tebal perlapisan dan dimensi batuan dilapangan itu loh mas hehe), sejauh yang saya dapat dari bangku kuliah measure section itu kurang lebih berupa pengukuran tebal perlapisan batuan (misalnya batuan sedimen) beserta jurus panjang arah lintasan dan slope yang dipotong lintasan apakah ada tambahan lagi dari mas alva??

    thank’s mas..,

  7. Alva

    Rahman,

    I’m so sorry..saya sedang sibuk buat laporan eksplorasi gua, jadi baru sempat online lagi sekarang.. :-)

    Benar sekali measure section merupakan bidang outcrop dimana pengukuran dip, strike, dip azimut, dan tebal bedding dilakukan. Definisi tersebut mengacu pada Licker (2003) dalam Dictionary of Geology and Mineralogy.

    Thanks atas pertanyaannya.. :-)

  8. ijenk

    mav mas,,, diwaktu praktikum geologi saya mendengar istlah barchan??????itu apa artinya…..????MAKAN NASI PAKE TAHU…..MAKASI TERLEBIH DAHULU

  9. rahman

    thank’s mas Alva semoga sukses dan laporannya beres…
    Barchan itu mungkin salah satu jenis dune (gumuk pasir) sering terbentuk pada lingkungan aeolian (dibawa angin banyak terbentuk daerah gurun) berbeda seperti dune biasa dia lebih khas tidak kontinu satu gumuk tubuh yang soliter lengkung dan curam lancip pada dua ujugnnya sedang satu sisi lagi sedikit cembung dan landai pada sisi lain dari arah datangnnya angin yang membawa sedimen pasir (yah.. hampir buah pisang lengkung diterlentangkan hehe)… mohon koreksinya…

  10. rahman

    maaf maksudnya mirip busur diterlentangkan..^^

  11. Alva

    Rahman dan Ijenk,

    Terima kasih Rahman sudah membantu menjawab pertanyaan dari Ijenk.. :-)

    iya bener sekali Barchan memang salah satu tipe gumuk pasir (Sand Dune), bahkan dalam beberapa referensi gumuk pasir raksasa sering disebut dengan istilah Barchanoid..

    Ijenk, thanks atas pertanyaannya.. :-)

  12. rahman

    mas kalo MSnya sendiri apakah digambarkan lengkap dengan grafik lognya (tebal batuan, struktur sedimen, dll) atau hanya berupa gambaran peta lintasan yang digambar dengan tebal litologi dilewati, (maksudnya cara penyajiannya bagaimana??)… mohon pencerahannya.. -mf mas nanya mulu nih.. maklum mahasiswa geologi tingkat awal hehehe…

  13. rahman

    a.wr.wb… apa kabar mas alva.. semoga sehat selalu.. mau nanya lagi mas… kalo untuk mengetahui umur sesar itu bagaimana mas??? terutama dari data lapangan apakah bisa?? terma kasih atas jawabannya…

  14. alvathea

    Wangalaikumsalam…maaf kmrn saya benar2 sibuk..Sesar itu biasanya berasosiasi dengan batuan-batuan metamorf (misalnya breksi pergeseran) hasil gesekan antar bidang sesar..penentuan umur sesar dapat dilakukan dengan pengukuran umur batuan metamorf yang terbentuk pada bidang-bidang sesar..

  15. This a very good writeup by the author looking forward to come back more very soon.

  16. dhanier

    slm kenal mas
    sy dhanier

    mas sy mau tanya dalam perhitungan sumberdaya batubara apakah bisa mengunakan metode triangulasi dan poligon?
    mengapa mas mengunakan metode triangulasi dan poligon, saya belum terlalu paham dengan metode tersebut?
    klau boleh keutungan dan kekurangan mengunakan metode keduanya mas
    sy tunggu mas jawabanx baik via email atau jwbn lgsng
    tolong sms 081349344949 klu mas jwb pertanyaan sy jd saya bisa langsung ceks
    mksh mas

  17. assalamu alaikum..

    mas alva,,postingan” anda sangat bagus,,dan banyk memberikan tambahan pengetahuan ttg ilmu kebumian bagi saya..jawaban.a simple dan mudah dicerna..trima kasih atas bantuan.a..

    tapi,,saya punya pertanyaan cukup membuat saya garuk kepala..

    bisa kah mas menjelaskan ttg siklus geotektonik??

    mohon bantuan.a yah mas,,kirim k email saya saja mas…

    klo bisa secepatnya…syukron

    sebenar

  18. gamella ekaputri

    kak alva, saya ingin bertanya tentang pengertian dari siklus geologi ..

    trima kasih kaa

  19. faisal

    ass…kak mau tanya apa sih yang di maksud geologi lokal????mohon penjelasannya ya kak,,,,,mahasiswa teknik geofisika juga harus tau masalah geologinya,,,terimakasih…..

  20. ass.terima ksih mas atas jawabannya sangat membantu saya dalam mengerjakan tugas…salam geologi indonesia

  21. Dika

    Mas keren kamus geologinya , sangat membantu mahasiswa seperti saya hehehe , mau nanya nih mas, saya masih belum paham betul dengan prisma akresi mohon penjelasannya , dan olistostrom mas , seperti halnya ada suatu gn di karangsambung , Kebumen yaitu Gn Paras yg ternyata itu merupakan olistostrom padahal litologi dari gunung tersebut adalah batu beku , nah gimana tuh mas pendapatnya hehe , makasih sebelumnya mas . Sukses buat blog dan kamusnya hehehe

  22. Mas Alva….
    saya Baru Cek Lagi Postingan Dahulu
    Ternyara Belum Di Jawab Sampai Saya Lulus Sekarang
    Hahaha……..
    Tapi Thanks Udah Jadi Tempat Bertanya Waktu Saya Galau Dahulu

  23. milaty

    Mndapat pengetahuan baru

  24. Assalammualaikum
    Mas saya mau tanya
    1. Sebenarnya Apa sih perbedaan dari palung jawa dan palung sumatera?
    2. Dan kenapa posisi sumatera itu tegak lurus ?

    Mksih mas

  25. Mengapa gunung muria sendirian ,berdsarkan tektoniknya ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s